Kalau orang Jawa dan umumnya orang Indonesia dalam mengucapkan kalimat pertemua dengan ungkapan ‘selamat pagi’, dan seterusnya, dan juga bagi orang Jawa, ‘Slamet To?’, maka itu adalah refleksi dari apa yang dirasakan dalam kehidupannya. Kalimat-kalimat penghormatan dan pertemuan itu berbeda dalam setiap bangsa, ‘good morning’, ‘shabahul khair’, dalam English dan Arab, maka juga menggambarkan orientasi hidup mereka. Bahasa menunjukkan budaya, begitu ungkapan dalam kajian soio-bahasa yang pernah diungkapkan duo ilmuwan bahasa worf-saphir.
ألإسلام من رأي المغنية
وقالت المغنية مرة الى الكاتب, أنه على الرغم من أنها المغني لأي الأحداث, وإنها يود المسلمة على الحقيقة. ومع ذالك, كلن رأي المجتمع الذين يخطؤن فى تحكيم المغنية, بأنها لا يمكن ان تصبح المسلمة الصحيحة. وهذا الرأي بنأ على أن المغنية قد تكون ترتدئوا الملابس المصغرة حتى تكشف العورة.
فهل هذا الرأي صحيح؟ وينبغي لنا ان نرى من جهات المتنوعة. وفى القرأن الكريم, قال الله سبحانه وتعالى, ولتكن منكم يدعون إلى الخير…., ومن هذه الية القرأن الكريم, على أن الخيريمكن البدأ من أي مكان. وعلى هذا للمغنية أن تصبح المسلمة الصحيحة.
Kreatifitas Guru
Seorang Guru Seharusnya selalu meng-up date apa dan bagaimana suatu pelajaran disampaikan. Ini penting mengingat banyak hal yang berlari begitu kecang melebihi apa yang ada dalam pikiran seseorang. Maka dari itu istilah open your Horizon oleh Amin Abdullah dan Out off The Box , Fuad Jabali, menjadi sangat penting. Ini mengingat dunia anak adalah dunia ayng benar-benar berbeda dari yang dibayangkan oleh orang tua. Mereka menyisihkan dunia orang tua yang dalam perjalanannya mengalami perkemabngan detik demi detik.
Read the rest of this entry
TIPS BEKERJA SUKSES
Artikel ini pernah dimuat di Majalah Simfoni STAIN Salatiga, untuk tujuan bisa dibaca lebih luas saya postingkan di Blog ini.
_______________________________________________________________
Bekerja adalah ibadah jika dimaknai dan diniati secara benar, yaitu untuk kemashlahatan diri, keluarga dan masyarakat demi mengharap ridho ilahi. Harmoni kehidupan manusia akan tercipta dengan bekerja secara benar dan teratur, sehingga eksistensi manusia sebagai khalifah Allah di bumi akan benar-benar termanifestasikan. Dan tentu saja untuk bekerja diperlukan etos dan kinerja yang dinamis yang harus di up grade setiap saat.
Untuk mencapai kesuksesan dalam bekerja dan berkarir diperlukan karakter yang kuat yang tercipta dari kebiasaan baik dan positif sehari-hari. Sehingga bisa dipahami bahwa bekerja tidak semata-mata mencari duit, tetapi bermakna lebih dari itu. Juga tidak hanya kelihaian mengerjakan tugas semata, tetapi juga diperlukan sikap simpatik saling membantu dalam bekerja. Berikut beberapa tips agar sukses dalam bekarja, yang disarikan dari Humas STAIN Salatiga.
Perbedaan itu Indah
Perbedaan itu Indah
Dalam Apa Kabar Indonesia pagi (AKI) TV ONE Edisi 30 Agustus 2011, dalam konteks membahas perbedaan hari raya Idul Fitri 1432 H, ada sekelomp;ok tamu yang dating ke wisma nusantara yang kemudian salah satu juru bicaranya bersuara lantang menggugat alim ulama dan pemerintah karena dianggap tidak bisa menyatukan umat dan malah membingungkan. Ia dianggap mewakili akar rumput yang resah akan perbedaan ini.
For the better housewife
Jimak besar dan jimak kecil
Bagian I
Hal yang tabu membicarakan ini, namun penting diulas. Mengapa? Karena istilah ini sudah melekat dalam kehidupan dan menjadi hal yang sangat vital dalam membangun mahligai rumah tangga. Jimak berasal dari bahasa Arab yang berarti Read the rest of this entry
Pasca Bencana Merapi
Bencana dan Pasca
Merapi nampaknya sudah memuntahkan apa yang dikandungnya sebagai puncak dari apa yang disebut erupsi Merapi atau orang banyak bilang sebagai letusan. Dan orang-orang di sekitar kaki gunung Merapi sudah pada bubar ke barak pengungsian. Ada yang ketemu satu keluarga dan ada yang terpisah. Sebagian juga mengungsi ke rumah saudara, dan kalau yang berduit bisa juga ke hotel alias bayar. Bagi yang jaraknya dekat dengan puncak Merapi, sudah sekitar setenagh bulan lebih mereka di barak pengungsian. Dan bagi yang radius bahayanya agak jauh, mungkin baru sekitar sepuluh hari, yang hingga saat tulisan ini dibuat sebagian besar sudah pada pulang kampung .
Wasior, Merapi dan Mentawai
Wasior, Merapi dan Mentawai
Sebuah Refleksi
Bagi media, berita apapun akan menjadi bahan yang laku dijual. Bagi parpol dan lembaga filantropi, kesempatan ini sangat berharga untuk ajang “jual nama”. Ramai-ramai ke lokasi bencana dan pengungsian, pasang bendera parpol, LSM, mobil ambulan, sekalian kantong jenazahnya, kalau perlu nisaan para korban di tancapi bendera. Dan bencana musibah menjadi bencana berkah bagi sebagian orang. Yang menderita tetap yang kena dampak langsung.
Ramadhan Merdeka
Ramadhan Merdeka!
Ramadhan kali ini jatuh pada bulan Agustus dan sekaligus tanggal 17 ada di dalamnya (Ramadhan). Sehingga peringatan kali ini sama dengan peringatan 65 tahun yang lalu ketika Indonesia merdeka yang jatuh pada 17 Ramadhan. Itulah mengapa dalam pembukaan UUD 1945 tercantum bahwa kemerdekaan kita adalah berkat rahmat Allah.
Memang Ramadhan adalah moment penting untuk memerdekakan diri. Bias jadi dari sinilah refleksi dan inspirasi, kenapa hari kemerdekaan kita jatuh pada bulan Ramadhan. Bulan di mana umat Islam sedang berlapar plus haus seharian penuh. Bulan di mana lantunan tadarus Al Qur’an dikumandangkan di setiap masjid dan musholla (langgar). Dan tentu saja bulan di mana hawa nafsu dibelenggu.
Itu artinya jiwa, pikiran dan orientasi hidup kita harus merdeka dari segala rongrongan perskutuan dengan selain Allah. Baik dari syaitan yang tak kelihatan ataupun yang tampak; harta, istri, anak, wanita, facebook, motor, mobil, dan sekian banyak kemunafikan. Bulan yang sangat tepat untuk mengoreksi orientasi hidup kita bahwa tujuan kita hanyalah satu, Allah semata.
Tentu perlu aplikasi dan software yang harus diinstall untuk bias menuju sana, dan itu tak lain adalah kembali kepada fitrah penciptaan kita yang kelak akan kita rayakan di hari iedul fitri 1431 H.
Kita hasu merdeka dari api neraka yang panas dengan mendinginkan hati kita. Tidak pantas kalau kita ingin jauh dari api tapi justru kita membikin apidan mengipasi bara menyala dengan iri, dengki, sombong, acuh, tak peduli dan sebagainya. Dan lagi-lagi kita ditantang untuk melihat kembali diri kita. Karena itu akan semakin menambah diri kita untuk lebih mengenal dirinya sendiri.
Republik Pesantren
Organisasi apapun nampaknya akan berusaha untuk membentuk ‘kerajaannya’ sendiri. Baik itu organisasi keagamaan ataupun non-keagamaan. Dalam arti masing-masing mempunyai tata aturan sendiri yang berlaku dan harus dijalankan oleh anggota-anggotanya. NU mungkin contoh yang sering dijadikan sasaran empuk betapa organisasi ini adalah kerajaan besar yang membawahi kerajaan-kerajaan kecil . dikatakan kerajaan karena NU dianggap mengembangkan tradisi feodalisme dalam bentuk ketundukan penuh santri terhadap kyai. Negara yang secara jelas merupakan kerajaan misalnya adalah Jepang, Spanyol, Inggris, Malaysia, Arab Saudi dan Negara-negara sejenis. Mereka semua kerajaan yang berhasil mengembangkan kemajuan peradaban dalam bingkai feodalisme modern.
Apakah organisasi modern lepas dari stigma ini?nampaknya perlu dikaji ulang. Semodern apapun, yang namanya organisasi, baik itu level Negara maupun leverl swasta pasti akan mengembangkan cara-cara untuk bagaimana mengamankan organisasi tersebut, yang dengan demikian ‘kerajaannya’ akan aman dari serangan luar. Tak terkecuali Muhammadiyah, HTI, PKS, HKTI, Persija, Papua Merdeka dan sebagainya. Indikasinya adalah adanya batas-batas yang jelas mengenai wilayah.
Dalam lingkup pesantre, kegagalan dalam memahami model ini berakibat fatal. Pesantren adalah Lembaga Keilmuan yang mengembangkan metode penanaman ilmu berbeda dengan sekolah dan madrasah di luar pesantren. Ada metode-metode yang digunakan, baik secara prinsip maupun teknis yang dijalankan, demi menuju visi pesantren sebagai LEMBAGA KEILMUAN. Metode adalah alat untuk digunakan sebagai kkelengkapan dan perlengkapan keberhasilan pencapaian ilmu. Melihat alat tanpa melihat hal lain yang membutuhkan alat akan menjadi rancu. Kalau melihat pedang kemudian berasumsi bahwa pedang adalah benda tajam yang sangat berbahaya, maka akan sangat miris. Padahal pedang bisa digunakan untuk hal lain; untuk hiasan dinding misalnya. Atau untuk jaga-jaga saja.
Maka sebuah Negara, organisasi, dan komunitas yang berhubungan dengan kepentingan dan hajat hidup orang banyak, membutuhkan kelengkapan alat yang itu menjadi syarat wajib bagi pencapaian tujuan.
