Artikel ini pernah dimuat di Majalah Simfoni STAIN Salatiga, untuk tujuan bisa dibaca lebih luas saya postingkan di Blog ini.
_______________________________________________________________
Bekerja adalah ibadah jika dimaknai dan diniati secara benar, yaitu untuk kemashlahatan diri, keluarga dan masyarakat demi mengharap ridho ilahi. Harmoni kehidupan manusia akan tercipta dengan bekerja secara benar dan teratur, sehingga eksistensi manusia sebagai khalifah Allah di bumi akan benar-benar termanifestasikan. Dan tentu saja untuk bekerja diperlukan etos dan kinerja yang dinamis yang harus di up grade setiap saat.
Untuk mencapai kesuksesan dalam bekerja dan berkarir diperlukan karakter yang kuat yang tercipta dari kebiasaan baik dan positif sehari-hari. Sehingga bisa dipahami bahwa bekerja tidak semata-mata mencari duit, tetapi bermakna lebih dari itu. Juga tidak hanya kelihaian mengerjakan tugas semata, tetapi juga diperlukan sikap simpatik saling membantu dalam bekerja. Berikut beberapa tips agar sukses dalam bekarja, yang disarikan dari Humas STAIN Salatiga.
Pertama, biasakan bekerja dengan tepat waktu, baik dalam kehadiran hingga waktu pulang kerja maupun tepat waktu dalam mengejar target penyelesaian tugas. Datang lebih awal di kantor membentuk sikap positif dan cepat menguasai lingkungan serta akan memperoleh ‘barokah’ waktu, yaitu tersedianya waktu yang lebih lama untuk penyelesaian tugas. Sabda Nabi بكرو فى طلب الرزق… , berpagi-pagilah dalam mencari rizqi (jw: gasik -mruput).
Kedua, berjiwa besar, riang gembira sehingga tidak suka mengeluh. Hal ini sejalan dengan anjuran untuk selalu positive thinking (husnuzan). Orang yang selalu berpikiran positif biasanya disukai oleh banyak orang karena orang di sekitarnya merasa nyaman atas kehadirannya. Proporsional dalam bersikap, menghindari mengeluhkan teman sejawat, atasan dan institusi merupakan hal yang patut dikembangkan dalam bekerja.
Ketiga, fokus dan cermat dalam melaksanakan tugas. Hal ini akan menghindarkan dari sifat menjadi pelupa terhadap apa yang harus dikerjakan. Sikap yang fokus (Jw : gito) akan memunculkan kesan yang mendalam terhadap orang lain sehingga lingkungan di sekitarnya merasa mendapatkan service yang terbaik. Menghindari sikap sering lupa; lupa jadwal rapat, lupa janji, lupa menaruh barang-barang akan menimbulkan kesan bahwa orang itu ceroboh dan tidak rapi.
Sikap fokus dan cermat ini dimulai dengan pengaturan mengenai prioritas mana dari tugas-tugas yang harus didahulukan dan diberi porsi lebih. Satu pekerjaan harus selsesai dulu untuk kemudianmengerjakan yang lain. Menunda-tunda pekerjaan akan mengakibatkan menumpuknya tugas yang akhirnya harusnya tugas-tugas yang ringan menjadi berat. Jika diibaratkan kita mengangkat air satu gelas dalam waktu hanya 5 detik, maka air itu sangat ringan. Tapi bayangkan kalau air itu diangkat selama satu jam, meskipun cuma satu gelas akan terasa berat sekali bukan?
Keempat, bersikap dewasa, baik terhadap teman, atasan maupun terhadap tugas yang diemban. Keseriusan dalam bersikap dan bertindak sangat diperlukan, namun tetap rileks. Bercanda dan suka humor sangat baik untuk membangun kehangatan kerja. Tentu dengan ukuran yang proporsional tidak berlebih-lebihan, sehingga karisma dan wibawa tetap terjaga.
Kelima, terbuka terhadap masukan dan kritik. Harus bisa menyadari bahwa manusia memiliki kemampuan terbatas dan tidak bisa bekrja sendirian dalam semua. Kita diajarkan untuk bersikap rendah hati (bukan rendah diri), sehingga kita tidak mudah untuk berkilah dan membela diri ketika dikritik.
Kelima hal ini, jika bisa dilaksanakan dengan baik, maka akan menciptakan suasana yang akrab, hangat dan semangat bagi lingkungan sekitarnya. Bekerja tidak cepat lelah dan capai karena dikerjakan dengan hati yang tulus. Selamat bekerja. (NC)
.the best your artikel
thank you